LAPORAN PRAKTIKUM
KELOMPOK ORGANISASI DAN
KEPEMIMPINAN
(KELOMPOK USAHATANI
ORGANIK DI DUSUN TELAGA KODOK)
OLEH KELOMPOK 5
TESALONIKA SARU 2013-81-081
JERET SABONO 2013-81-057
JESSENIA Y SALEO 2013-81-082
CHRISTINE TOMTOMU 2013-81-0
ETHA WULANDARI TERIOLA 2013-81-056
JURUSAN AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS PATTIMURA
AMBON
2015
KATA PENGANTAR
Puji dan
syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan penyertaannya
kami dapat menyelesaikan tugas ini. Kami menyadari bahwa tugas ini masih jauh
dari kesempurnaan yang di harapkan. Untuk itu kritik dan saran yang sifatnya
membangun sangat kami harapkan demi penyempurnaan tugas ini.
Ambon,
24 Mei 2015
BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar belakang
Indonesia merupakan Negara yang sebagian besar
penduduknya bekerja di bidang pertanian. Salah satu usaha pemerintah untuk
mengembangkan pertanian di Indonesia adalah membuat kelompok kerja di bidang
pertanian. Dengan tujuan dapat memberikan kesadaran bagi petani bahwa
pentingnya kerja sama dalam mengkatkan produktivitas usaha. Sehingga memberikan
kontribusi yang besar bagi petani dan
keluarganya sebagai pelaku utama untuk dapat memenuhi kubutuhannya dan dapat
meningkatkan produktivitas usahanya melalui berbagai program pemberdayakan di bidang pertanian.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No.
237/Kpts/OT.160/4/2007 kelompok tani adalah Kumpulan petani / peternak /
pekebun yang di bentuk atas dasar kesamaan kepentingan, kondisi,lingkungan (
sosial, ekonomi, sumber daya ) dan keakraban untuk meningkatkan dan
mengembangkan usaha anggota. Dengan demikian kelompok tani sangat memiliki
peran yang besar dalam membantu petani dalam berbagai kesulitan tidak hanya
dalam bentuk financial, tetepi membantu petani dalam pengembangan usahanya
melalui sejumlah informasi penting yang berkaitan dengan inovasi-inovasi baru
yang dapat meningkatkan produksinya.
I.2 Tujuan
Tujuan dari pembuatan tugas ini
antara lain :
1. Mengetahui
taksonomi organisasi dan srtuktur kelompok tani organic di Desa Telaga Kodok
2. Mengetahui
bagaimana peran kelompok tani yang ad di Maluku (kelompok tani organic di Desa
Telaga Kodok)
3. Mengetahui
kendala yang di temui selama kegiatan kelompok tani berjalan
4.
I.3 Manfaat
Manfaat yang di peroleh dari tugas
ini adalah dapat mengetahui pentingnya kelompok tani dalam meningkatkan
produktivias usaha petani di Desa Telaga Kodok.
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1
Defenisi KelompokTani
Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian
No.273/Kpts/OT.160/4/2007, kelompoktani adalah kumpulan
petani/peternak/ pekebun yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan,
kesamaan kondisi, lingkungan (sosial, ekonomi, sumber daya) dan keakraban untuk
meningkatkan dan mengembangkan usaha anggota.
Menurut Purwanto (2007), kelompoktani adalah kumpulan
petani-nelayan yang didasarkan atas kesamaan, keserasian satu lingkungan sosial
budaya untuk mencapai tujuan yang sama, dengan demikian kelompoktani mempunyai
ciri-ciri sebagai berikut:
a)
Beranggotakan petani-nelayan;
b)
Hubungan antara anggota erat;
c)
Mempunyai pandangan, kepentingan yang sama dalam
mengelolah usahataninya;
d)
Mempunyai kesamaan
jenis komoditas usaha;
e)
Usahatani yang diusahakan merupakan sebuah ikatan
fungsional/bisnis;
f)
Mempunyai tujuan yang sama.
2.2 Ciri-ciri Kelompoktani
Ciri-ciri kelompoktani yakni:
1.
saling mengenal, akrab dan saling percaya diantara sesama
anggota;
2.
mempunyai pandangan dan kepentingan yang sama dalam
usahatani;
3.
memiliki kesamaan dalam tradisi dan atau pemukiman,
hamparan usaha, jenis usaha, status ekonomi maupun sosial, bahasa, pendidikan
dan ekologi; dan
4.
ada pembagian tugas dan tanggung jawab sesama
anggota berdasarkan kesepakatan bersama.
Adapun unsur pengikat kelompoktani adalah sebagai
berikut:
Adanya
kepentingan yang sama diantara para anggotanya;
Adanya kawasan
usahatani yang menjadi tanggung jawab bersama diantara para anggotanya;
Adanya kader tani yang berdedikasi untuk
menggerakkan para petani dan kepemimpinannya diterima oleh sesama petani
lainnya;
Adanya kegiatan
yang dapat dirasakan manfaatnya oleh sekurang-kurangnya sebagian besar
anggotanya; dan
Adanya dorongan
atau motivasi dari tokoh masyarakat setempat untuk menunjang
program yang telah ditentukan.
2.3 Fungsi Kelompok Tani
Pembinaan kelompoktani-nelayan diarahkan untuk
memberdayakan petani nelayan agar memiliki kekuatan mandiri, yang mampu
menerapkan inovasi (teknis, sosial dan ekonomi), mampu memanfaatkan azas skala
ekonomi dan mampu menghadapi resiko usaha, sehingga memperoleh tingkat
pendapatan dan kesejahteraan yang layak, untuk itu pembinaan diarahkan agar
kelompoktani dapat berfungsi sebagai kelas belajar mengajar, sebagai unit
produksi, serta sebagai wahana kerjasama menuju kelompoktani sebagai
kelompok usaha (Pusluhtan,
2002).
Kelas belajar: Kelompoktani merupakan wadah belajar mengajar bagi anggotanya guna
meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap (PKS) serta tumbuh dan
berkembangnya kemandirian dalam berusaha tani sehingga produktivitasnya
meningkat, pendapatannya bertambah serta kehidupan yang lebih
sejahtera.
Wahana kerjasama: Kelompoktani merupakan tempat untuk memperkuat kerjasama diantara sesama
petani dalam kelompoktani dan antar kelompoktani serta dengan pihak lain.
Melalui kerjasama ini diharapkan usaha lainnya akan lebih efisien serta lebih
mampu menghadapi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan.
Unit produksi: Usahatani yang dilakukan oleh masing-masing anggota kelompoktani, secara
keseluruhan harus dipandang sebagai suatu kesatuan usaha yang dapat
dikembangkan untuk mencapai skala ekonomi, baik dipandang dari segi
kuantitas, kualitas maupun kontinuitas.
2.4
Klasifikasi Kelompok Tani
Pusluhtan (1996), menjelaskan bahwa klasifikasi
kelompoktani-nelayan ditetapkan berdasarkan nilai yang dicapai oleh
masing-masing kelompok dari hasil evaluasi dengan menggunakan lima
jurus kemampuan kelompok.
Menurut BPSDMP (1996), bahwa kelas kemampuan
kelompoktani-nelayan ditetapkan berdasarkan nilai yang dicapai oleh
masing-masing kelompok untuk lima tolak ukur/jurus kemampuan
kelompok, yakni dengan kriteria nilai 0 sampai dengan
1000.
Berdasarkan nilai tingkat kemampuan tersebut,
masing-masing kelompoktani-nelayan ditetapkan kelasnya
dengan ketentuan sebagai berikut:
Kelas Pemula, merupakan kelas terbawah dan terendah dengan mempunyai nilai 0 sampai
dengan 250.
Kelas Lanjut, merupakan kelas yang lebih tinggi dari kelas pemula dimana
kelompoktani-nelayan sudah melakukan kegiatan perencanaan meskipun masih
terbatas, dengan mempunyai nilai 251 sampai
dengan 500.
Kelas Madya, merupakan
kelas berikutnya setelah kelas lanjut dimana kemampuan kelompoktani-nelayan
lebih tingggi dari kelas lanjut yaitu dengan nilai 501 sampai dengan 750.
Kelas Utama, merupakan
kelas kemampuan kelompok yang tertinggi, dimana kelompoktani-nelayan sudah
berjalan dengan sendirinya atas dasar prakarsa dan swadaya sendiri. Nilai
kemampuan diatas 750.
Berdasarkan SK Menteri Pertanian
No.41/Kpts.OT.210/1/1992, tentang pedoman pembinaan kelompoktani-nelayan, maka
pengakuan terhadap kemampuan kelompok diatur sebagai
berikut:
a)
Kelas Pemula, dengan piagam yang ditandatangani oleh
Kepala Desa.
b)
Kelas Lanjut, dengan piagam yang ditandatangani oleh
Camat.
c)
Kelas Madya, dengan piagam yang ditandatangani oleh
Bupati/Walikota.
d)
Kelas Utama, dengan piagam yang ditandatangani oleh
Gubernur.
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
KELOMPOK
TANI ORGANIK TELAGA KODOK
Ciri-ciri kelompoktani organik telaga kodok memiliki ikatan
yang nyata antara individu yaitu petani satu dan petani lain yang memiliki
ikatan yang saling membutuhkan, selalu interaksi dan interelasi antara sesama
petani, memiliki stuktur dan pembagian tugas yang jelas , memiliki kaidah dan
norma yang di sepakati bersama, dan memiliki keinginan dan tujuan bersama untuk
menjadi petani tanaman organik yang sukses.
Kelompok tani telaga kodok
merupakan kelompok jenis co-ackting group yang mana masing-masing
anggota dapat bertindak sendiri, tetapi semua mengarah pada tercapainya tujuan
kelompok.
Unsure Sistem kelompok tani telaga kodok.
-
Tujuan, (Segala sesuatu yang ingin dicapai kelompok
dengan tujuan yang jelas dan di ketahui oleh semua anggota kelompok). Kelompok
tani telaga kodok memiliki tujuan untuk mencapai kesusksesan bertani dalam
pertanian organik dan setiap anggota dari kelompok tani ini telah mengetahui
akan tujuan kelompok.
-
Keyakinan, (pengetahuan atau aspek kognitif yang
dimiliki oleh system/ kelompok).
Setelah adanya bukti
nyata dari pertanian organik yang di miliki oleh pak nazar (petani)
telaga kodok yang juga merupakan ketua dari kelompok tani telaga kodok maka
adanya kepercayaan oleh para pemasar (supermarket) dan juga dinas pertanian
untuk memasarkan hasil pertanian oraganik kelompok tani telaga kodok.
-
Sentiment atau perasaan (perasaan-perasaan dan emosi
(aspek affektif) yang ada dalam system/kelompok). Perasaan, rasa dan emosi yang dapat menetukan sukses suatu usahatani,
dari kelompok tani telaga kodok ini para petani yang merupakan anggota kelompok
kita dapat melihat meraka memiliki emosi yang sangat tinggi dan rasa/ perasaan
ingin tahu yang tinggi tentang uniknya pertanian organik sehingga mereka mau
bergabung dalam kelompok tani organik.
3.1 TAKSONOMI ORGANISASI
1.TUJUAN
Tujuan individu :
1.
Mencari
pengalaman kerja dan berkerja sama dalam
kelompok tani.
2.
Turut
berpartisipasi dalam kegiatan kelompok tani.
Tujuan kelompok
- Saling membagi pengalaman kerja
untuk memperoleh tujuan berusahatani dalam kelompok usahatani
- Mencitakan kesejahteaan dan
kenyamanan dalam berusahatani dalam kelompok usahatani
2. FILOSOFI & TATA NILAI
Pada kelompok tani ini,, mereka tidak memiliki
aturan yang mengikat antara satu anggota dan anggota lain dalam kelompok,
tetapi mereka memiliki nilai atau normal
tradisi desa yang saling menghargai, membantu dan menolong .
3. KOMPOSISI ANGGOTA
1.
Homogen
(sama petani)
2.
Heterogen
(umur,tingkatan kelas)
4.STRUKTUR ORGANISASI
1.
Jumlah
anggota 6-10 orang,
2.
diferensiasi
(jenis kelamin,suku,agama,dll)
3.
cara
pengendalian anggota bedasarkan pendekatan secara kekeluargaan mengingat
kelomok ini tidak memeliki aturan khusus yang mengikat anggotanya
4.
struktur
peranan
A. Visi
dan Misi
a)
Visi
:
Visi
kelompok tani organic di Desa Telaga Kodok adalah meningkatkan produktivitas
usahatani sayuran yang bebas dari bahan kimia serta mengembangkan pertanian
organic yang bernilai ekonomis.
b)
Misi
:
Memberikan
pelayanan yang optimal kepada petani melalui program penyuluhan baik teori
maupun melalui aplikasi di lapangan.
B. Struktur dan Rincian Tugas Pengurus
a)
struktur
1) Ketua kelompoktani
2) Sekretaris kelompok tani
3) Sub bagian (subag), terdiri dari :
· Saprodi
· Alsinta
· Hama penyakit
· Pemasaran
- Ketua mempunyai tugas sebagai berikut :
- Memimpin
organisasi dengan baik dan bijaksana
- Mengkoordinasikan
semua aparat kepengurusan
- Menetapkan
kebijaksanaan yang telah dipersiapkan dan direncanakan oleh aparat
kepengurusan
- Menetapkan
kebijaksanaan dan mengambil keputusan berdasarkan musyawarah dan mufakat
- Mengevaluasi hasil kegiatan
- Sekretaris
mempunyai tugas sebagai berikut :
- Memberikan
saran kepada ketua dalam rangka mengambil keputusan
- Mendampingi
ketua dalam memimpin setiap kegiatan kelompoktani
- Menyiarkan,
mendistribusikan dan menyimpan surat serta arsip yang berhubungan dengan
pelaksanaan kegiatan
- Menyiapkan
laporan, surat, hasil rapat dan evaluasi kegiatan
- Bendahara
mempunyai tugas sebagai berikut :
- Bertanggung
jawab dan mengetahui segala pemasukan dan pengeluaran dalam kelompok baik dalam
bentuk uang maupun peralatan
- Membuat
tanda bukti kwitansi setiap pemasukan dan pengeluaran dalam kelompok
- Membuat
dan menyampaikan laporan dari semua pemasukan dan pengeluaran dalam
kelompok
- Ketua
sub bagian, terdiri dari :
- Saprodi
(sarana produki), menyiapkan sarana produksi seperti; alat, bibit, pupuk,
peptisida, dan transportasi
- Hama
penyakit, melakukan tindakan-tindakan untuk menjaga tanaman dari serangan
hama dan penyakit dengan menggunakan peptisida.
- Pemasaran,
bertugas mengemas produk dan mencari pemasaran untuk memasarkan hasil
produksi,
- Alsintan
(alat dan mesin pertanian)
· Anggota, bertugas melaksanakan semua
kegiatan berdasarkan hasil keputusan yang telah di setujui bersama dalam
kelompok
3.2
KEPEMIMPINAN
a) Tipe Kepimpinan
Tipe
kepemimpinana yang di miliki oleh pa Nazar adalah demokrasi yang berorientasi
pada manusia dan memberikan bimbingan yang efesien kepada para pengikutnya.
·
Seperti yang jelaskan di atas bahwa
tipe kepempiminan demokratis adalah kepemimpinan yang berdasarkan keputusan bersama
atau secara mufakat. Kepemimpinan yang di tunjukan oleh pak Nazar sangat jelas
menunjukan tipe kepemimpinan demokratis yaitu bedasarkan keputusan bersama
dengan anggota kelompok tani organic sebelum melaksanakan semua kegiatan yang
di rencanakan. Selain itu kepemimpinan pak Nazar dalam kelompok tani organic paling
menghargai setiap anggota-anggotanya.
·
Selain itu tipe kepemimpinan ini
bersifat bergotong – royong dalam melakukan segala sesuatu , pak. Nazar
memimpin anggotanya mampu menjadi teladan sebagaimana pak.nazar menjadi seorang
pemimpin dalam kelompok tani.
·
Pak.nazar sangat kritis dalam
mengambil keputusan karena memikirkan kembali kepada keadaan anggotanya.
Sehingga keputusan-keputusan yang diambil tidak sia-sia melainkan bersifat
positif bagi anggotanya.
·
Dalam setiap kesempatan pak.nazar
meluangkan waktu untuk mendengar keluhan dari anggotanya.
·
Memberikan tugas kepada anggota
harus sesuai.
5.
Teknologi
1)
Untuk teknologi pak.nazar masih
mengunakan teknilogi tradisional dalam memanfaatkan Sumber daya yang ada
seperti cangkul , pestisida nabati dan masih bersifat sangat tradisional
2)
Cara menggunakannya masih bersifat
menggunakan tenaga manusia untuk
mengerjakannya seperti mengemburka tanah mengunakan cangkul , obat- obatan
dibuat sendiri dari rembah- rempah dan juga masih terbilang terjangkau dan
mudah didapatkan.
3)
Jasa atau produk yang dihasilkan
yaitu produksi sayuran organic tanpa
obat-obat kimia.
4)
Kompleksitas teknologi
Masih sederhana atau sederhana.
6.
Lingkungan fisik
Untuk
lingkungan sendiri telaga kodok sudah
bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan cukup terjangkau dan banyak
penghuni.
7.
Lingkungan sosial dan Budaya
Kehadiran
kelompok tani ini membawa impact yang baik bagi masyarakat setempat karena
dengan adanya kelompok tani ini sumberdaya manusia digunakan . masyarat
memiliki pekerjaan dan juga mendapat perhatian dari pemerintah setempat.
BAB
IV
PENUTUP
4.1
Kesimpulan
Kelompok
tani yang dipimpin pak Nazar membawa dampak yang baik masyarakat setempat dan
gaya kepemimpinan pak Nazar secara demokratis sangat bertepatan dengan
lingkungan sekitar, di mana tidak memaksa masyarakat dalam mengikuti program
kelompok tani organic tetapi berusaha meningkatkan kesadaran petani untuk dapat
meningkatkan produkifitas usahanya.
4.2
Saran
Agar
pak.Nazar bisa meningkatkan produktifitasnya dan tetap mempertahankan pekerjaannya.
Menjadi
sorang teladan bagi anggotanya dan terus
mencari inovasi – inovasi dan menerapkannya didalam kelompok tani.
DAFTAR
PUSTAKA